Rasisme Terhadap Etnis Rohingya

0
126

Pernahkan anda bertemu tikus atau kecoa di rumah? Apa yang anda fikirkan dan lakukan? Kebanyakan kita berfikiran mereka adalah makhluk menjijikan, lalu kita akan mengambil sapu untuk mengusir kecoa atau memasang jebakan untuk menangkap tikus.

Dari dulu sampai sekarang ternyata masih ada manusia yang memperlakukan manusia lain seperti perlakuan terhadap kecoa dan tikus. Ada manusia yang menganggap manusia lain menjijikan sehingga tak berhak hidup. Sementara mereka adalah manusia yang baik sehingga perlu untuk membersihkan manusia lain yang dianggap menjijikan itu.

Pernah orang kulit putih menganggap orang kulit hitam menjijikan. Pernah umat agama tertentu menganggap umat agama lain menjijikan. Pernah suku tertentu menganggap suku lain menjijikan. Pernah penganut faham ideology tertentu menganggap ideology lain menjijikan.

Anggapan kita bahwa sang liyan menjijikan pada akhirnya melahirkan pembantaian demi pembantaian, pembersihan etnis atau ras yang kita kenal dengan genosida. Keprihatinan melihat fenomena inilah yang mendorong lahirnya konsep hak asasi manusia (HAM). Manusia apapun warna kulitnya, apapun sukunya, apapun agamanya, apapun ideologinya mempunyai hak yang sama untuk hidup. Tidak ada seorangpun yang berhak mengambil hak hidupnya dengan alasan apapun.

Hari ini kita saksikan pemerintah Myanmar memandang suku Rohingya adalah makhluk menjijikan sehingga harus dibersihkan. Praktek ini memang masih ada hingga hari ini. Terkadang kita jadi korban, terkadang kita jadi pelaku. Terkadang kita pro terhadap korban, namun sering juga kita pro terhadap pelaku. Kita pro terhadap korban kalau korban itu sefaham atau mempunyai identitas yang sama dengan kita. Kita juga sering pro terhadap pelaku jika pelaku itu sefaham atau seidentitas dengan kita.

Berbahagialah bagi orang-orang yang objektif!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here