Polemik Tentang Pribumi

0
128

Di wall fb saya rame soal perdebatan istilah pribumi.

Apakah istilah ini boleh digunakan dalam pidato?

Apakah istilah ini menunjukan rasisme atau tidak?

Siapakah yang dimaksud dengan pribumi dan non-pribumi? 

Saya tidak ingin membahas 3 pertanyaan di atas karena sudah banyak yang berdebat soal itu.

Yang jelas, saya hanya tahu bahwa saat zaman orde baru, presiden memberikan keistimewaan kepada kelompok tertentu untuk menjalankan ekonomi. Dengan harapan akan terjadi trickle down effect, yaitu cipratan-cipratan ekonomi kepada kalangan bawah dari bisnis kalangan atas.

Namun pemberian keistimewaan ini ada syaratnya, yakni kelompok tertentu ini tak boleh masuk ke dalam kancah politik. Perpolitikan haruslah dikuasai oleh pribumi.

Sampai pada akhirnya orde baru runtuh, si kelompok tertentu sudah menguasai ekonomi, dan akhirnya mereka pun dapat berpolitik.

Lalu muncul retorika bahwa pribumi harus merebut kembali sumber daya ekonomi dan politik dari kelompok tertentu tersebut.

Jika kita konsisten dengan retorika ini, semestinya kita tidak boleh sedikitpun bersimpati dengan presiden zaman orde baru, karena gara-gara dialah ekonomi tidak dimiliki pribumi dan dikuasai kelompok tertentu.

Piye kabare? Penak jamanku to? Jamanmu memang enak mbah, tapi jamanku yang kena getahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here