Menjaga Idealisme Mahasiswa

0
107

Tahun 2018 adalah tahun politik di Jawa Barat dan sebagian kota/kabupatennya. Ujian bagi adik-adik gerakan mahasiswa apakah akan tetap menjaga idealismenya atau larut dalam kubangan lumpur-lumpur pragmatisme.

Boleh jadi pragmatisme adalah sesuatu yang niscaya, yaitu semua akan pragmatis pada waktunya. Namun amat disayangkan jika hal tersebut dilakukan sedari masih menjadi aktivis mahasiswa. Apalagi jika sang aktivis baru di tingkat komisariat atau cabang

Masa mahasiswa adalah masa keemasan untuk memaksimalkan potensi intelektualitas individu. Fokus saja membaca, diskusi dan menulis. Karena hal tersebut adalah modal dan bekal yang sangat berharga untuk menjadi apapun setelah tidak lagi menyandang status mahasiswa.

Jika pun mahasiswa harus bersentuhan dengan institusi atau peristiwa politik, hal tersebut dikarenakan idealismenya, bukan karena mencari uang kas organisasi yang tak jarang masuk ke saku pribadi.

Hari ini idealisme adalah pemanis kata-kata yang bisa dikutip siapa saja. Terkadang dibarengi dengan mengutip perkataan Soe Hok Gie atau Tan Malaka. Bagi saya idealisme adalah laku dan karakter sehari-hari. Yang perlu kita latih dengan sabar yang tiada henti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here