Membubarkan Pengajian, Perlukah?

0
129
A : Bro, akhir-akhir ini banyak yang membubarkan pengajian. Kamu setuju gak?
B : Saya gak setuju donk.
A : Kenapa emang?
B : Kata Voltaire saya bisa saja tidak setuju pendapat anda, namun saya akan membela hak anda untuk dapat menyatakan pendapat anda.
A : Oh gitu.
B : Ingat juga, dalam demokrasi ada yang dinamakan freedom of speech, artinya kebebasan berpendapat. Jadi setiap orang boleh menyatakan pendapatnya.
A : Loh apakah sebebas itu? Apa batas kebebasannya?
B : Kata John Stuart Mill kita bebas melakukan apapun selama kita tidak merugikan orang lain. Prinsip ini disebut harm principle.
A : Kalau dikaitkan dengan pembahasan kita?
B : Kamu bebas mengatakan apapun di depan publik karena dilindungi kaidah freedom of speech. Yang dilarang adalah hate speech, misalnya di depan publik kamu bilang, bunuh si fulan! Bakar rumah si fulan! Yang ini gak boleh. Karena si Fulan juga punya kebebasan untuk hidup dan punya rumah.
A : Hhm.. Ngomong-ngomong, konsep freedom of speech, hate speech itu asalnya dari orang kafir ya bro?
B : Emangnya kenapa?
A : Wah gak boleh donk. Kita harus merujuk Al Quran dan Sunnah. Jangan pendapat orang kafir.
A : Boleh. Kalau saya merujuk ke Al Quran dan sunnah, pembubaran pengajian ya hukumnya jadi legal dan boleh lho.
B : Lho kok bisa?
A : Dalam surat At Tahrim : 6, kita diperintahkan untuk menjaga keluarga kita dari api neraka. Dalam sebuah hadits Rasulullah menyuruh kita untuk mengubah kemunkaran dengan tangan, lisan dan hati. Inilah argumen orang yang hobi membubarkan kajian orang lain. Karena menurut mereka, kajian yg mereka bubarkan adalah kemunkaran dan mereka punya kewajiban melindungi masyarakat mereka agar tak dipengaruhi ajaran yg dibubarkan ini. Bahkan halal dengan kekerasan, karena dalam haditsnya boleh dengan tangan.
B : Bentar-bentar, saya setuju dengan pembubaran, tapi aliran sesat aja kayak syiah dan ahmadiyah. Kalau pengajian kelompok saya jangan dibubarin donk kan kelompok saya benar.
A : Nah, berarti kamu dah melakukan standar ganda, kelompok kamu suka membubarkan kelompok yang menurut kamu sesat, tapi saat kelompok kamu dianggap sesat oleh yang lain dan dibubarkan, kamu sakit hati juga kan?
B : Iya bro, sakitnya tuh di sini.
A : Sudahlah, mending kita ikut Voltaire dan Mill saja, saya tetap gak setuju pembubaran pengajian apapun selama tidak ada ujaran kekerasan dan kebencian. Kalau kita gak setuju dengan orang ya kita bikin wacana tandingan, jangan main pentungan. Justru ilmu pengetahuan berkembang karena ada ketegangan-ketegangan kreatif antara berbagai pendapat yang berbeda.
B : Nggak ah, saya ga sepakat sama kamu.
A : Yaudah, saya ga maksa kamu buat sepakat sama saya kok. Itu hak kamu untuk sepakat atau tidak sepakat. Yang penting kita tetap berteman kan?
B : Yoi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here