Kisah Kyai Mengejar Perempuan Cantik

0
201

Suatu hari di sebuah kampung ada seorang kyai yang sangat terkenal dengan kesalehan dan kecerdasannya. Karena sifatnya itu sang kyai kemudian menjadi rujukan dan panutan atas segala permasalahan yang terjadi di kampung. Saking ngefansnya warga kampung kyai, tingkah laku dan pakaian kyai pun tak jarang ditiru oleh warga.

Ada dua orang warga namanya Mamat dan Memet, suatu siang mereka sedang nongkrong di warkop yang berada di pasar tersebut. Saat sedang asyik mengobrol, mereka kaget karena melihat pak kyai sedang mengejar-ngejar wanita cantik.

“Hei, itu pak kyai kan?” tanya Mamat.
“Iya, itu pasti pak kyai, gak salah lagi!” jawab Memet.
“Tapi kok pak kyai mengejar cewek cantik sih? Masa kyai kayak begitu?” ujar Mamat.
“Hush! Jangan begitu kamu. Kualat loh, dia itu kyai, apa yang dilakukannya pasti benar.” ujar Memet.
“Ah masa sih? Aneh aja melihatnya.” ujar Mamat.
“Karena pak kyai mengejar cewek cantik, berarti perbuatan itu baik Mat.” ujar Memet.
“Terus kamu mau meniru pak kyai gitu?” tanya Mamat.
“Oh iya donk. Aku kan pengen berkahnya kyai.” ujar Memet.

3 hari kemudian.

“Met, kenapa itu muka kamu bonyok dan tangan kamu diperban gitu?” tanya Mamat.
“Aduh Mat, kemarin aku ngejar-ngejar si Denok kembang desa, terus dia teriak minta tolong, jadi deh aku dipukulin warga.” ujar Memet.
“Astaghfirullah, kamu beneran ngejar cewek cantik ternyata ya Met?” tanya Mamat keheranan.
“Iya Mat, tapi gak apa-apa aku babak belur begini, yang penting aku puas dah niru pak kyai.” ujar Memet.
“Ok deh gini aja, sekarang ayo kita ke rumah pak kyai, kita tanya langsung kepada beliau soal peristiwa beberapa hari yang lalu.” ujar Mamat.

Di rumah pak kyai

“Assalamualaikum pak kyai” ujar Mamat dan Memet.
“Waalaikumsalam” pak kyai membuka pintu.
“Wah kalian berdua ya, mari masuk, silahlan duduk” ujar pak kyai.
Mereka pun kemudian memulai percakapan.
“Begini pak kyai, maaf beberapa hari yang lalu kami melihat pak kyai mengejar-ngejar cewek cantik di pasar. Apakah benar itu pak kyai?” tanya Mamat.
“Oh yang kemarin ya, iya di pasar bapak memang kemarin mengejar perempuan, soalnya si perempuan itu mencuri belanjaan bapak. Untungnya segera ketahuan, mau ditangkap dia lari, yaudah dikejar” ujar pak kyai. “Oh begitu ya pak ceritanya? Aduh aku kira pak kyai mengejar perempuan karena dia cantik dan pak kyai sukai” ujar Memet.
“Haha. Makanya Met, kalau ngelakuin sesuatu itu difikir dulu” ujar Mamat sambil ketawa.
“Lah memang apa yang terjadi dengan kalian?” tanya pak kyai.
“Ini pak kyai si Memet, melihat pak kyai mengejar-ngejar cewek cantik malah ikutan, jadi aja digebukin warga.” ujar Mamat.
“Ya Allah, bapak bilangin ya, kalian ini ketika melihat suatu peristiwa jangan langsung mengambil kesimpulan, walau peristiwa itu benar. Coba perhatikan konteks dan asbabul wurudnya, biar tidak seperti si Memet ini.” ujar pak kyai.
“Iya pak kyai, maaf saya kapok. Gak akan sekali-kali lagi.” ujar Memet.
“Terima kasih pak kyai atas penjelasannya, mudah-mudahan bisa jadi pelajaran untuk kita semua” ujar Mamat menutup pertemuan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here