Kemanusiaan Hakiki

0
87

Kemarin saya iseng menulis panjang tentang Rohingya, ada beberapa yang share. Ada juga friend request baru gara2 tulisan itu.

Lalu ada akun yang saya tidak kenal menginbox saya, mas Robby seandainya pengungsi Rohingya itu manhajnya syiah atau ahmadiyah bukan sunni seperti anda apa anda masih akan tetap bela?

Waduh! Kaget juga ditanya begini. Saya tanya balik maksudnya apa ya nanya begini?

Dia jawab pokoknya jawab aja iya atau nggak.

Hhm.. Sejenak saya berfikir, dan saya jawab, ya akan tetap saya bela.

Dia tanya lagi, lho menurut sunni kan syiah dan ahmadiyah sesat mas? Kok antum malah bela, mereka?

Saya jawab aja, sampeyan di jalan kalau ketemu orang lagi tersesat jalan mau ngapain? Pasti ditunjukin donk ya, bu ini jalan yang bener. Lah ini masa kita ketemu di jalan orang yang tersesat malah dimarah-marahin terus diusir dari kampungnya?

Lagian selama ini saya bela muslim Rohingya ya karena mereka manusia kok. Saya gak peduli kalau ternyata mereka itu NU, muhammadiyah, sunni, syiah, wahabi dll. Pokoknya mereka sedang tertindas ya harus dibela.

Habis itu dia gak melanjutkan percakapan dan saya pun malas melanjutkan kembali percakapan dengan dengan dia.

Saya jadi merenung, memang sekarang banyak terjadi peristiwa satu kelompok membubarkan kelompok lain. Mesjid ahmad bin hanbal di Bogor disegel karena dianggap mesjid wahabi. Komunitas syiah di halmahera selatan diusir dari kampungnya. Pesantren di karimun jawa diintimidasi karena dianggap wahabi. Ada juga sekolah IT dilarang berdiri dianggap wahabi.

Soal kelompok lain menganggap kelompok lainnya sesat ya dari zaman sahabat sudah ada. Tapi Al Quran mengajarkan cara menyelesaikannya dengan hikmah dan mauizhatul hasanah, paling keras ya wa jaadilhum billatii hiya ahsan. Kalau mentok gak ketemu ya fadzakkir innamaa anta mudzakkir, lasta ‘alaihim bimusayhthir.

Masih menurut Al Quran kekerasan hanya diizinkan jika kaum muslim diusir dari kampungnya dan dilarang menjalankan ibadahnya. Loh kata siapa? Dalam hadits disebutkan barang siapa yang pindah agama maka bunuhlah.

Boleh donk membunuh orang yg kita anggap kafir? Imam Al Ghazali dalam kitab fayshol tafriqoh bainal islam wa zandaqah mengatakan, jika ada seseorang punya 99 ciri kafir dan 1 ciri muslim maka dia masih muslim. Jadi gak mudah juga mengeluarkan orang dari Islam.

Ya intinya mau sesat menyesatkan silahkan aja, tapi ya mending debat aja sampai pusing. Kalau ada yang melanggar hukum ya tindak saja. Jangan ada lagi bubar membubarkan, usir mengusir, ancam mengancam, nanti bisa kayak Rohingya negara kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here