Jangan Parno dengan Lambang

0
99

Mengapa tanda (+) jadi lambang palang merah? Karena tanda (+) adalah lambang dalam bendera swiss, dan Henry Dunant pendiri palang merah berasal dari negara tersebut.

A : Loh bukannya tanda (+) itu salib?
B : Setahu saya salib itu garis bagian bawah lebih panjang dari atasnya.
A: Gak bisa, pokoknya tanda (+) itu salib yang dipakai ksatria templar dulu.
B : Ya terus kenapa?
A : Kan bisa memurtadkan kita.
B : Perasaan saya dari kelas satu SD belajar pertambahan 1+1 pakai tanda (+) sampai sekarang gak murtad
A : Gak bisa, pokoknya lambang (+) harus diganti bulan sabit soalnya lambang Islam
B : Kata siapa? Itu lambang dewa bulan dalam agama pagan loh
A : Loh, tapi itu kan dulu dipakai Turki Usmani, lalu diadopsi Syarikat Islam, bahkan dipakai partai bulan bintang. Di kubah mesjid juga ada bulan bintangnya.
B : Iya saya tahu, tapi Turki Usmani memang mengambil lambang itu dari dewa bulan kaum pagan kok. Sebelum Turki usmani apalagi zaman Rasulullah tidak pernah ada umat Islam yang pakai lambang bulan bintang.
A : Hhm.. Jadi bingung ya. Solusinya gimana?
B : Yaudah, palang merah dan bulan sabit merah berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menolong orang. Jangan saling mempropaganda soal lambang.
A : Hhm.. Iya juga ya.
B : Lambang itu tidak sakral, tergantung pemaknaan manusia. Kamu tahu yang namanya menara itu kan dari agama majusi, sekarang malah jadi bagian dari masjid. Menara itu asal kata manaaroh, artinya tempat menyimpan api. Jaman nabi dulu ga ada menara mesjid.
A : Waw!
B : Kamu tahu? Kubah itu asalnya dari yahudi, mihrab juga dari kristen.
A : Waw!
B : Waw waw terus. Makanya baca buku, jangan mantengin grup WA terus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here