Apakah Agama Itu Warisan?

0
108

Agama itu warisan kok. Seorang anak yang lahir dari orang tua beragama A 99% akan beragama A sampai akhir hayatnya. Adapun kasus mualaf dan murtad maka jumlahnya sedikit.

Sangat jarang ada orang tua yang saat anaknya menjelang baligh lalu bilang “Nak, kamu sudah baligh, silahkan kamu mencari agama sendiri yang kamu anggap benar.” Yang ada ketika seorang anak beragama A maka dia akan diajari sejak kecil agar keyakinan terhadap agamanya semakin kuat.

Jika suatu saat ada orang tua mengetahui anaknya pindah agama, maka akan murka dan mengusir anaknya dari rumah. Ini sering terjadi khususnya dalam agama samawi. Lah jangankan pindah agama, saya ini dari lahir Muhammadiyah sampai hari ini gak berani kok mau pindah jadi NU.

Salah satu ciri khas dari agama adalah kebenarannya harus diyakini secara mutlak. Selain itu kebenaran agama tak hanya soal kehidupan di dunia, namun juga soal bagaimana nasib kita setelah mati.

Oleh karena itu, sebagai orang tua yang beragama pasti dan mau tidak mau mewariskan agama yang dianutnya kepada anaknya. Jangankan agama, kadang mazhab agamanyapun diwariskan. Lalu dimana salahnya statement bahwa agama itu warisan?

Agama itu memang diwariskan kok, tapi cara mewariskannya adalah dengan pendidikan sejak dini. Dari kecil saya sudah dikenalkan Allah, surga dan neraka. Dari umur 5 tahun saya sudah belajat iqra’, sampai smp saya sudah dikenalkan dengan lagam bayati. Jadi cara mewariskannya adalah dengan pendidikan.

Yang salah itu kalau ada yg bilang agama diwariskan secara genetik, seperti kalau orang tua hidung mancung anaknya juga mancung. Kalau orang tua rambutnya keriting maka anaknya juga berambut keriting. Ini baru yang salah, agama tidak diwariskan dengan cara ini. Namun dengan pola pengasuhan dan pendidikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here