ABS Bandung: Terapkan Merdeka Belajar Sebelum Dicanangkan Kemdikbud

ROBBYKARMAN.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mencanangkan Merdeka Belajar sebagai program unggulannya. Merdeka Belajar sudah memasuki episode ke-7. Berikut adalah 7 seri merdeka belajar sampai saat ini:

  • Merdeka Belajar yang pertama adalah ditiadakannya UN dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) dan RPP satu halaman.
  • Merdeka Belajar yang kedua adalah kampus merdeka. Mendikbud mengharapkan agar mahasiswa mendapatkan kesempatan praktik kerja industri yang lebih banyak, yakni 3 semester dari 8 semester. Mahasiswa boleh berada di industri, di sekolah atau di masyarakat untuk mengembangkan desa.
  • Merdeka belajar yang ketiga adalah penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang awalnya banyak batasan, sekarang mulai dibebaskan peruntukannya dan digunakan secara lebih tajam.
  • Merdeka belajar jilid 4 adalah Program Organisasi Penggerak yang sempat ramai di media karena mendapat penolakan dari sejumlah organisasi pendidikan.
  • Merdeka belajar jilid 5 adalah Program Guru Penggerak. Kemdikbud merekrut guru yang inovatif dan inspiratif untuk menjadi guru penggerak.
  • Merdeka belajar jilid 6 adalah transformasi dana pemerintah untuk perguruan tinggi. Di sektor Vokasi, D1 didorong untuk menjadi D2, D3 didorong untuk menjadi D4.
  • Merdeka belajar jilid 7 adalah Program Sekolah Penggerak. Sampai saat ini pendaftaran Program Sekolah Penggerak masih dibuka di 34 provinsi dan 111 kabupaten/kota.

Pertama kali mendengar Merdeka Belajar akan menjadi program Kemdikbud, saya merasa sangat tidak asing dengan program ini. Karena selama saya menjadi guru dari tahun 2016 sampai pertengahan tahun 2018 saya sudah mencoba menerapkan ini. Saya pernah menjadi tenaga pendidik di ‘Aisyiyah Boarding School Bandung, pesantren modern khusus putri di bawah naungan PW. ‘Aisyiyah Jawa Barat.

Saat bergabung di sana, saya ditantang untuk mengajar dengan cara yang tidak biasa. Saya dibebaskan untuk tidak terlalu terpaku kepada kurikulum buatan pemerintah, melainkan berinovasi sendiri. Tenaga pendidik juga dipersilahkan untuk membuat silabus dan RPP sendiri. Kolega saya di sana yang sangat pintar tidak lagi mengambil RPP dari Kemdikbud, namun dari luar negeri.

Dalam perlakuan terhadap peserta didik, para pengajar diajarkan untuk menerapkan disiplin positif. Tenaga pendidik dilarang melakukan kekerasan, melainkan dituntut untuk melakukan penyadaran. Bukan berarti tidak ada hukuman bagi yang melanggar peraturan, hukuman tetap ada, namun kita ganti istilahnya menjadi konsekuensi.

Salah satu hal yang sangat rawan di sekolah berbasis asrama adalah bullying atau perundungan. Kita mencoba mencegah dan mengatasi hal itu dengan Pelatihan Anti Bully, dengan pemateri Kang Irfan Amalee yang cukup konsen dalam isu ini.

Tidak hanya pembelajaran tatap muka atau tugas, sebagai tenaga pendidik kita menerapkan project based learning. Dalam satu kelas, para peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu masing-masing kelompok diberikan tugas untuk membuat proyek. Proyek yang dibuat yakni membuat karya, yang kalau dalam taksonomi bloom itu tingkatan paling tinggi, mencipta.

Pertanyaannya, dari mana ABS Bandung mendapatkan ide mengembangkan model pembelajaran? Salah satunya adalah dari Sekolah Cikal yang dikembangkan oleh Najeela Shihab. Tak hanya membuat sekolah, Najeela Shihab juga membuat gagasan yang dinamakan Merdeka Belajar dan Guru Belajar. Majalah dari gerakan merdeka belajar Najeela Shihab dapat kita unduh gratis lewat akun instagramnya.

Saat Mendikbud Nadiem mencetuskan program Merdeka Belajar, saya segera bisa menebak, pasti Nadiem mengadopsi konsep Najeela Shihab. Benar saja, konsep Najeela menjadi kiblat dari arah pendidikan hari ini. Tentu tidak secara keseluruhan, namun cukup dominan terlihat.

Tapi saya juga boleh bangga donk. Sebelum Nadiem Makarim mengadopsi konsep merdeka belajar, ABS Bandung sudah terlebih dahulu mengadopsinya. Tentu referensi kita sama, yakni Sekolah Cikal Najeela Shihab.

Hari ini saya sedang berkesempatan menyaksikan secara langsung penyusunan kurikulum 2021. Kesan saya, wow! Jika dahulu saat saya mengajar, saya takut melakukan inovasi dalam mengajar karena berbenturan dengan aturan Kemdikbud, sekarang justru inovasi tersebut dilegalkan. Merdeka Belajar membuat sekolah lebih bebas dalam berinovasi dan berkreasi.

Namun tenang saja, bagi sekolah yang belum mau untuk membuat hal yang di luar kebiasaan, Kemdikbud tetap memberikan contoh dan model kurikulum untuk diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *